google-site-verification=-q4HF-tBeOANHn04N1KmE8POJ7l5LrQzyrIHdeAoRQU

Ponsel Semakin Cerdas, Kecelakaan Anak Semakin Tinggi.

Ponsel Semakin Cerdas, Kecelakaan Anak Semakin Tinggi. Menggunakan ponsel saat berjalan adalah tantangan bagi kebanyakan orang dewasa. Tetapi angka-angka baru mengungkapkan bahwa anak-anak bahkan lebih berisiko dari gangguan yang mengancam jiwa. 

Baca Juga Artikel Lainnya: http://www.insidenokiamusic.com/

Ponsel Dan Kecelakaan Pada Anak

Sekitar 41% orang mengalami kecelakaan terkait teknologi, demikian ditunjukkan oleh angka. Sekitar 60% anak muda telah berhasil menjatuhkan ponsel mereka di wajah mereka.Penelitian telah menunjukkan orang-orang mungkin menempatkan diri mereka pada risiko cedera.

Kecelakaan anak semakin tinggi yaitu sekitar 41 persen orang mengatakan bahwa mereka telah mengalami kecelakaan akibat teknologi smartphone. Menurut angka-angka baru yang dikumpulkan untuk Pekan Kesadaran Kecelakaan. Jumlah ini naik menjadi 84 persen di antara usia 16 hingga 24 tahun.

Angka-angka menunjukkan 13 persen orang telah berjalan sambil memeriksa ponsel mereka. Dengan angka naik menjadi 43 persen untuk generasi yang lebih muda. Masalahnya tidak hanya terjadi ketika orang-orang berjalan-jalan. Sekitar 60 persen anak muda telah berhasil menjatuhkan ponsel mereka di wajah mereka saat membaca sambil berbaring.

Menjadi tuntutan bahwa smartphone yang dirancang harus sesuai kebutuhan pengguna. Namun  sebagian pengguna menyalahgunakan pemakaian smartphone. Terutama anak- anak yang gemar bermain game tidak pada waktu dan tempat yang sesuai. sehingga mengakibatkan kecelakaan anak semakin tinggi.

Seperti mengemudi misalnya. Ada alasan mengapa penggunaan perangkat genggam di belakang kemudi dilarang di Inggris. Karena riset menunjukkan waktu respons pengemudi menggunakan smartphone untuk mengakses media sosial, email atau teks melambat sekitar 37,5% (jauh lebih banyak daripada setelah ganja atau moderat penggunaan alkohol).

Di Amerika, sudah mulai mendenda pejalan kaki yang menggunakan smartphone saat mereka berjalan untuk mengurangi. Karena kecelakaan anak semakin tinggi maka setiap jalan di London menyelenggarakan percobaan yang melibatkan memasang bantalan ke tiang lampu dan tonggak dalam upaya untuk mengurangi cedera akibat “kebutaan yang kurang perhatian”.

Mengapa Ponsel Semakin Cerdas, Kecelakaan Anak Semakin Tinggi ?

Bahkan ada aplikasi CrashAlert, yang sedang dikembangkan di University of Manitoba di Kanada yang menggunakan kamera penginderaan jarak jauh untuk memindai jalur di depan. Dimana, memperingatkan pengguna ponsel pintar akan bahaya memasang kotak merah di layar mereka.

Masalahnya adalah otak manusia hanya dapat memperhatikan sekitar tiga hal pada satu waktu – dan berkonsentrasi secara efektif hanya pada salah satunya. Kecelakaan anak semakin tinggi terjadi karena aktivitas anak yang terlalu fokus pada satu hal yaitu bermain smarfphone.

Jumlah anak yang dirawat di rumah sakit setelah kecelakaan di taman bermain umum telah meningkat sekitar sepertiga dalam lima tahun. Menurut data NHS dan para ahli di Inggris dan AS  kenaikan serupa telah terjadi. Beberapa peningkatan kejadian mungkin akibat orang tua terlalu terganggu oleh ponsel mereka untuk mengawasi anak mereka dengan baik.

Ketika anak sudah terganggu pada telepon mereka sendiri, konsekuensinya dapat menjadi bencana besar bagi anak. Kecelakaan anak semakin tinggi ini dalah satunya terjadi pada Katherine Littlewood yang berumur 15 tahun. Katherin di tabrak kereta api dan tewas di persimpangan level tahun lalu. Smartphone yang digunakannya untuk mengirim SMS ditemukan di sebelah tubuhnya.

Sekarang banyak bukti yang bermunculan yang menunjukkan bahwa pejalan kaki berusia 11 tahun tiga kali lebih mungkin terluka atau terluka parah. Dalam perjalanan pergi dan pulang dari sekolah. Rata- rata berusia 10 hingga 11 tahun. Karena usia 11 tahun adalah usia rata-rata di mana anak-anak menerima ponsel pertama mereka. Enam kali lebih mungkin terjadi pada usia tersebut. 

Seperempat anak yang disurvei mengakui bahwa mereka terganggu oleh teknologi pribadi saat menyeberang jalan. Hal ini lah yang mengakibatkan kecelakaan anak semakin tinggi. Laporan itu menyimpulkan “korelasi yang jelas antara penggunaan teknologi dan waktu kecelakaan serius pada anak-anak”. 

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *